Kamu juga dapat menekan tombol ESC untuk menutup laman ini

JulidinBuku #1: Apakah buku nonfiksi lebih baik dari buku fiksi?

Dalam membaca buku kita akan selalu dihadapkan pada dua genre yaitu fiksi dan nonfiksi. Kedua genre yang memisahkan hampir setengah populasi pembaca. Kedua kelompok ini seringkali berpendapat bahwa genre kesukaan merekalah yang paling penting untuk dibaca.

Pada dasarnya, komponen kedua genre ini selalu bersilangan. Buku fiksi tidak semerta-merta selalu ditulis berdasarkan imajinasi penulis saja tetapi juga terinspirasi dari kehidupan nyata penulis atau orang-orang disekitar mereka. Sama halnya seperti buku nonfiksi yang cenderung ditulis berdasarkan pengalaman penulis atas fenomena yang dibahas di dalam buku tersebut.

Tetapi, ada satu hal yang membedakan keduanya yaitu diksi yang digunakan. Fiksi cenderung menggunakan diksi-diksi yang ‘romantis’ ditelinga pembacanya, sedangkan Nonfiksi cenderung menggunakan kata-kata yang lebih formal. Seperti yang dilansir bookriot.com1 bahwa buku Nonfiksi harus berdiksi formal (menggunakan kata-kata yang lebih ilmiah) jika tidak ingin kehilangan kredibilitasnya.

Lantas, apakah nonfiksi dengan fakta-fakta ilmiahnya lebih baik daripada fiksi?

Sebuah artikel dari hbr.org2 menyarankan bahwa fiksi lebih banyak memberikan manfaat daripada nonfiksi seperti mempertajam kemampuan sosial dan memahami motivasi orang lain. Sebaliknya, nonfiksi mungkin hanya berguna untuk mendapatkan ilmu dan informasi namun sangat sedikit mengembangkan kecerdasan emosional dari pembacanya.

Selain meningkatkan kecerdasan emosional, membaca fiksi ternyata juga dapat membantu kita tertidur pulas. Dilansir oleh buffer.com3, membaca buku nonfiksi akan membuat kita terus berpikir tentang perencanaan-perencanaan kehidupan di masa depan sedangkan membaca buku fiksi akan membuat kita fokus pada cerita fiktif dan imajinatif yang sedang kita baca.

Pada akhirnya, ternyata fiksi dan nonfiksi memiliki manfaat yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan kita. Fiksi dapat memperbaiki kehidupan sosial kita dengan meningkatkan kecerdasan emosional dan produktivitas kita, sedangkan nonfiksi dapat membantu kita mengetahui ilmu-ilmu dan informasi faktual yang membuat kita berwawasan luas.


Sumber:

1The Difference Between Fiction And Nonfiction oleh Matt Grant

2The Case for Reading Fiction oleh Christine Seifert

3The Surprising Power of Reading Fiction: 9 Ways it Make Us Happier and More Creative oleh Courtney Seiter