Kamu juga dapat menekan tombol ESC untuk menutup laman ini

[Resensi] Perempuan Misterius

Judul Buku : Perempuan Misterius

Penulis : Nicco Machi

Penerbit : Indiva Media Kreasi

Tanggal Terbit : 1 Juli 2020

Halaman : 240

ISBN : 978-623-253-004-1

Harga : Rp. 66.000,00


Cerita dimulai ketika papa Iska dipindah tugaskan ke kota kecil. Terpaksa Iska harus ikut ke kota tempat ayahnya kerja. Kehidupan Iska yang sebelumnya baik-baik saja segalanya berubah di kota ini. Sudah tiga minggu lamanya Iska pindah di kota ini, namun Iska masih merasa tidak betah. Namun yang membuat Iska resah ialah ia belum menemukan lapangan tenis di kota ini. Iya, tenis merupakan olahraga yang digemari Iska sejak kelas empat.


Pada akhirnya Iska menemukan lapangan tenis yang dinantikannya setelah bertanya pada Pak Jihar yang merupakan guru olahraganya. Lapangan tenis ini milik keluarga temannya, Chintami namanya. Selain menemukan lapangan tenis, Iska juga mendapat pelatih yang bersedia mengajari Iska bermain lebih baik. Pelatih tersebut layaknya Iska saat bermain tenis yang tetap menggunakan pakaian yang menutup auratnya. Meskipun telah menjadi pelatih Iska, Iska tetap tidak mengetahui lebih jauh sosok perempuan tersebut selain namanya.


Hari-hari bahagia yang Iska rasakan saat bermain tenis dengan pelatihnya tidak lama. Lapangan tenis milik Chintami ingin dibeli oleh seseorang. Pada akhirnya lapangan tersebut tidak jadi dibeli, akan tetapi Ayah Chintami melarang Iska untuk bermain tenis di lapangannya. Secara mengejutkan perempuan yang melatih Iska bermain tenis tiba-tiba menghilang setelah Iska dilarang bermain tenis di lapangan Chintami.

 

Sejujurnya saat awal-awal membaca saya mengira alur ceritanya adalah kompetisi tenis dengan kemunculan sosok perempuan misterius yang akan menjadi lawan tangguh Iska. Novel dengan 240 halaman dengan cerita yang hanya berkaitan dengan tenis tentu akan membosankan bagi saya yang tidak tertarik dengan olahraga tersebut. Pada akhirnya apa yang saya fikirkan ternyata tidak benar. Novel ini menceritakan kisah persahabatan anak SMA di antara Iska, Chintami, dan Ganesh yang secara tidak langsung memaksa mereka untuk mencari tahu sosok perempuan misterius yang tiba-tiba menghilang dan muncul kembali dengan sosok yang berbeda.


Keunggulan novel ini menurut saya yang menjadi penguat ada di tiap kata yang disajikan penulis. Kata-kata yang disajikan sederhana dan mudah dipahami sehingga membuat pembaca akan ikut terhanyut mengkhayalkan tiap kejadian yang disajikan. Penyajian karakter tokoh juga tidak kalah penting di novel ini. Sebagai pembaca saya merasa karakter yang disajikan persis layaknya remaja pada masanya. Iska, Chintami, dan Ganesh menjadi tokoh utama dalam cerita yang sifatnya mudah dipahami tanpa penulis narasikan. Cukup dengan membaca dialog ataupun perilaku karakter, pembaca sudah mengetahui sifat dari tiap tokoh.


Terakhir tapi tidak kalah penting dalam novel ini yang menjadi keunggulan ialah ada pesan agama yang ingin disampaikan penulis. Salah satunya yang menarik bagi saya adalah stigma masyarakat yang dibawa penulis terkait sosok Iska yang digambarkan muslimah tapi tetap bermain tenis. Di sini penulis mampu membawakan pesan bahwa seorang muslimah itu tidak hanya shalat, mengaji, belajar agama, akan tetapi muslimah itu masih bisa melakukan aktivitas pada umumnya seperti berolahraga layaknya Iska yang tetap bermain tenis dengan tetap menutup auratnya.


Dibalik keunggulan yang saya sampaikan terdapat pula kekurangan dari novel ini. Penulis tidak menunjukkan secara detail tempat yang menjadi jalan cerita. Salah satu contohnya diceritakan Iska yang pulang jalan kaki dari sekolahnya. Penulis tidak menunjukkan seberapa jauh jarak sekolah Iska ke rumahnya.


Secara keseluruhan buku ini menarik dibaca hingga akhir karena banyak sekali plot twist cerita yang tidak terduga. Alur cerita yang disajikan lebih baru dibandingkan kebanyakan novel saat ini menjadi daya tarik untuk remaja yang hobi membaca. Selain itu, penyajian cerita yang sederhana sehingga mudah dipahami membuat saya merasa novel ini tidak hanya dikhususkan remaja melainkan semua umur bisa membacanya. Saya juga menanti cerita baru yang akan dibawakan penulis mengingat di akhir cerita masih ada kemungkinan cerita di dalam novel ini akan berlanjut.