Kerja Bahagia Pensiun Mulia

Kerja Bahagia Pensiun Mulia

Dr. Hemi, M.Si, Ak

0.0

Gaya hidup dan Hobi, Gaya Hidup, Kisah Inspiratif, Motivasi

Login untuk Sewa / Beli

KERJA BAHAGIA PENSIUN MULIA. Motivasi menulis buku untuk menyampaikan apa yang dipikirkan, dirasakan selama bekerja agar selalu bahagia dan menyampaikan berbagai informasi, motivasi, tips dan trik setelah bekerja (pensiun) sehingga selalu terinspirasi agar dapat berdaya dan berkarya untuk meninggalkan suatu Legacy kepada orang lain. Mindset telah bergeser dari fokus kepada diri sendiri (bekerja demi gaji dan karier) menjadi mengabdikan diri kepada Tuhan dengan cara melayani sesama untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Ketika pensiun tiba, orang yang bekerja berorientasi job dan karir akan berhenti dengan sendirinya, namun berbeda orang yang bekerja sebagai calling akan terus bekerja dan berkarya sepanjang hayat dikandung badan. Sedangkan menurut Sinamo ada tiga motivasi orang bekerja yaitu: the will to pleasure (kenikmatan) yang banyak dilakukan oleh pebisnis dan konglomerat. the will to power (kekuasaan), the will to meaning (keberartian). Dalam motif kekuasaan, orang ingin mempunyai kekuatan, pengaruh, posisi dan jabatan dalam masyarakat, negara misalnya politisi dan birokrat. Sedang dalam motif keberartian, orang ingin memperoleh kehidupan lebih berguna, bermakna, mulia, bermartabat dan terhormat. Karena pentingnya kerja tersebut maka ada ungkapan yaitu laboro ergo sum artinya aku berkerja maka aku ada (i work therefor i am). Penderita post power syndrome selalu hidup dalam bayang-bayang kebesaran masa lalu yang bisa berupa karir, kekuasaan, kecantikan, ketampanan, kecerdasan, kehebatan, kejayaan, kesuksesan, kehormatan, kemudahan, fasilitas, popularitas dan kekayaan dimiliki. Penderita tidak bisa menghadapi, menikmati, menjalani realita, fakta, kenyataan yang terjadi pada saat ini. Kesuksesan, kehormatan, kekayaan, jabatan, kekuasaan tidaklah abadi selamanya dan akan tiada, hilang berlalunya waktu. Oleh karena itu ketika memasuki masa pensiun kelak, Anda harus berbesar hati dan percaya diri, berani melenggang masuk ke gelanggang arena pensiunan dengan semboyan: Sewaktu muda berkarya, setengah tua berdaya dan setelah pensiun berjaya. Idealnya setiap orang, pegawai, karyawan, pejabat dan penguasa harus memikirkan pensiun sejak sedini mungkin pada saat masih aktif bekerja. Setelah itu perlu meninggalkan legacy pada generasi penerus seperti dicontohkan oleh Bill Gate dengan Microsoft dan Gate & Melinda Foundation, Muhammad Yunus dengan Greemen Bank dan Soekarno berupa Kemerdekaan Indonesia.