Review Buku Klasik Terjemahan Aroma Krisan

Lontara App

Review Buku Aroma Krisan
Review Buku Aroma Krisan

🔎 Detail Buku

Judul:

Aroma Krisan dan Cerpen-cerpen Era Modernis Lainnya

Penulis:

Charlotte Perkins Gilman; D.H. Lawrence; Edith Wharton; O. Henry; Theodore Dreiser

Penerjemah:

Tyas Effendi

Penyunting:

Lenny Pattikawa

Penerbit:

Baca/Sewa EBook dari penerbit "Penerbit Garudhawaca" di Lontara.App

Buku-buku terbitan Penerbit Garudhawaca diantaranya: Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi, Ikat Kait Impulsif Sarira, Puisi Cinta Tanpa Tanda Baca, Naik Becak, Menulis Kreatif Sastra dan Beberapa Model Pembelajarannya, Sistem Penunjang Keputusan, Serat Plerok : kumpulan puisi Jawa (geguritan), Serat Plerok : kumpulan puisi Jawa (geguritan), Payung Negeri, Zat Aditif Makanan : Manfaat dan Bahayanya, Konsonan, Seni Imajinasi Teater PMTOH, Buku Sulap, Suluk Begja, Serat Babad Tanah Jawi (edisi prosa bahasa Jawa), Pembelajaran IPS di SD/MI, Pertumbuhan Iman Yang Sempurna, Tirai, Pengkajian Prosa Fiksi (ed. Revisi), Manusia dan Sejarah : Sebuah Tinjauan Filosofis, Keajaiban Paskah, Langkah Awal Penelitian Kami, Tarian Kelopak Rindu,

lontara.app

Daftar Cerita Pendek yang diterjemahkan:

  1. Aroma Krisan (Odor of Chrysanthemums) karya D.H Lawrence
  2. Kertas Dinding Kuning (The Yellow Wallpaper) karya Charlotte Perkins Gilman
  3. Perjalanan (The Journey) karya Edith Wharton
  4. Kehilangan (The Lost Phoebe) karya Theodore Drieser
  5. Orang-orang Magi (The Gift of the Magi) karya O. Henry

â›° Buku Ini Bercerita tentang Apa?

Kumpulan terjemahan lima cerita pendek dari lima penulis berbeda di antara abad ke-19 dan abad ke-20 dengan satu latar belakang yang sama, yaitu perubahan aspek kehidupan yang diakibatkan oleh peralihan ke Era Modernisme.

Dalam buku ini dijelaskan bahwa kita, pembaca di abad ke-21, akan tetap familier dengan cerita-cerita ini karena kehidupan seabad atau dua abad yang lalu tidak jauh berbeda bahkan seperti berulang pada keseharian kita saat ini.

🧠 Pendapat tentang buku ini?

Kelima cerpen ini dikurasi dengan tepat, tidak hanya pada pemilihan cerita tetapi juga urutan penyampaiannya. Buku ini disusun dengan tingkat kesedihan yang bertahap dan puncak kesedihan di cerita keempat tetapi untungnya Penerjemah memberikan kisah manis pelipur lara di bagian akhir.

Pemilihan diksi pada buku ini juga tidak terlalu sulit sehingga mudah dibaca dan dimengerti.

Hal yang paling disuka dari buku ini:

Dalam buku ini dipaparkan juga mulai dari latar belakang para penulis, sneak peak dari kelima cerita pendek yang akan diterjemahkan, hingga alasan kenapa kelima buku ini serasi untuk dimuat dalam sebuah kumpulan cerita.

Pemaparannya juga simpel dan to-the-point. Di dalam setiap cerita pendek terjemahannya, juga ditulis informasi tambahan terkait istilah-istilah dari cerita asli melalui catatan kaki yang informatif.

Cerita pendek yang paling disukai sedih:

Kehilangan karya Theodore Drieser, cerita pendek ini mampu dengan konsisten mempertahan kesedihan seorang suami sepeninggalan istrinya.

🥰 Siapa yang akan menyukai buku ini?

Semua orang yang suka dengan buku klasik serta yang tertarik dengan isu sosial, kesehatan mental, dan (berbagai tipe) fiksi romansa.

📎 Link baca buku "Aroma Krisan dan Cerpen-Cerpen Era Modernis Lainnya"

Baca/Sewa EBook "Aroma Krisan dan Cerpen-Cerpen Era Modernis Lainnya" di Lontara.App

Kumpulan cerpen ini menghadirkan kisah-kisah dari penulis berbahasa Inggris di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20: D.H. Lawrence (Aroma Krisan), Charlotte Perkins Gilman (Kertas Dinding Kuning), Edith Wharton (Perjalanan), Theodore Dreiser (Kehilangan) dan O. Henry (Orang-Orang Magi). Revolusi Industri yang dimulai di akhir abad ke-18, dan, lama kemudian, Perang Dunia Pertama (1914-1918), mengubah drastis segala aspek kehidupan manusia, yang menjadi dekor cerita-cerita ini. Mesin dan teknologi diiringi migrasi dari bidang agraris ke arah industrialisasi mengubah kehidupan tradisional menuju era ‘modernisme[1]. Kehidupan kekeluargaan yang menjadi ciri khas masyarakat agraris menjadi fragmentaris, individualisme pun mulai subur berkemban

lontara.app

Rekomendasi Buku dari Lontara.App