RI 1

RI 1

Salsadila Nurfazriah

0.0

Sastra

Login untuk Sewa / Beli

Menjadi putih di tengah hitam tentu bukan hal yang mudah bagi Dirgasatya Kalingga, Presiden Republik Indonesia termuda yang baru memasuki enam bulan masa jabatan. Sejak awal ia tahu, memiliki status sebagai orang nomor satu itu bukan hanya tentang kebanggaan, tetapi juga beban serta tanggung jawab. Dalam masa kepemimpinannya, Dirga memiliki tujuan untuk menata kembali negara yang telah lama digerayangi oleh kebobrokan.

Selain harus berhadapan dengan teror dari orang yang telah lama memanfaatkan negara demi keuntungan, Dirga juga harus berhadapan dengan perasaan dan kekecewaan terhadap timnya. Ternyata, pernikahan dirinya dengan Asisten Ajudan Presiden- Lettu Anavia Edelweisa semata-mata terjadi atas konspirasi yang direncanakan oleh tim investigasi bentuknya. Atas nama tugas negara yang diamanahkan pada Navia untuk melindungi RI 1 dari berbagai ancaman berbahaya, Navia tidak memiliki kuasa untuk menolak sehingga kini mereka berdua terjebak dalam kisah rumit yang sulit sekali terurai.

“Saat kasus yang Bapak hadapi selesai, maka segalanya di antara kita juga ikut selesai.” – Anavia Edelweisa
“Jangan pernah turuti lagi perintah orang-orang itu, sekali ini saja, jadilah pengkhianat untuk negara demi saya. Jika kamu masih tidak bersedia melakukan permintaan saya, maka yang tadi saya katakan saya ubah menjadi perintah yang saya turunkan sebagai seorang presiden untuk kamu, Lettu Anavia Edelweisa” – Dirgasatya Kalingga