Kumpulan fragmen tentang manusia yang tersesat di antara waktu, ingatan, dan kemungkinan. Tentang Pamungkas, yang hidupnya dipenuhi retakan kecil yang nggak pernah benar-benar sembuh, hingga ia mulai menyadari ... bahwa realitas yang ia pijak mungkin bukan satu-satunya yang ada.
Melalui fragmen-fragmen reflektif, monolog batin, dan juga lintasan multiverse yang dituliskan sedikit berbeda, serta waktu yang saling bertumpuk. Buku ini mengajak pembaca menyusuri ruang abu-abu antara takdir dan pilihan, antara kehilangan yang diterima dan kehilangan yang disangkal.
Buku ini tidak bergerak seperti cerita linear; ia hadir seperti kumpulan serpihan kesadaran; kadang gelap, kadang sunyi, kadang menyakitkan, yang perlahan membentuk sebuah pertanyaan besar:
Jika hidup menawarkan banyak versi tentang diri kita, versi mana yang pantas untuk diperjuangkan?